I could not imagine, the time when my finger was being touched and something beautiful set(ed) on it.
That was awesome.
I felt like I'm the happiest woman at that time.
I could not breathe normally.
I was so ashamed.
The point I want to do was: I want to hug him, and say I love You.
Whenever I see those "marvellous thing", my lips smile widely, so does my heart.
It means everything.
My finger was touched, so did my heart, by you.
Untuk kamu yang sudah menjadi begitu bermakna dalam hidupku.
Satu kata yang aku tanamkan dalam hatiku.
Membahagiakanmu.
Keep Holding On, till the time is coming. I Love You :)
Tuesday, 10 April 2012
Tuesday, 3 April 2012
Lantas?
Lantas?
Aku mengeluhkan hal-hal yang sebenarnya berasal dari perbuatanku sendiri?
Manusia macam apa aku ini?
Mengeluhkan segelintir manusia yang membenci ku, dan melupakan manusia-manusia yang menyayangiku dengan tulus?
Masih pantaskah aku disebut manusia?
Pasti.
Apapun yang melanda diri dan hidupku, adalah berasal dari dalam diri ku sendiri, berasal dari perbuatanku sendiri.
Lalu, masih pantaskah aku mengeluh?
Manusia.
Begitu susah untuk melihat ke "dalam" diri sendiri.
Selalu dengan ringan menilai apa yang ada di "luar" diri.
Menilai dengan pengetahuan yang dangkal.
Mengesampingkan nurani, mengutamakan kepentingan pribadi.
Tuhan.
Ampuni segala dosa dan khilaf kami.
Bukalah pintu-pintu hati yang masih tertutup.
Terangi celah-celah yang masih gulita.
Serta,
Lapangkan jiwa-jiwa yang masih sempit.
Amin.
:)
Be grateful, always.
Aku mengeluhkan hal-hal yang sebenarnya berasal dari perbuatanku sendiri?
Manusia macam apa aku ini?
Mengeluhkan segelintir manusia yang membenci ku, dan melupakan manusia-manusia yang menyayangiku dengan tulus?
Masih pantaskah aku disebut manusia?
Pasti.
Apapun yang melanda diri dan hidupku, adalah berasal dari dalam diri ku sendiri, berasal dari perbuatanku sendiri.
Lalu, masih pantaskah aku mengeluh?
Manusia.
Begitu susah untuk melihat ke "dalam" diri sendiri.
Selalu dengan ringan menilai apa yang ada di "luar" diri.
Menilai dengan pengetahuan yang dangkal.
Mengesampingkan nurani, mengutamakan kepentingan pribadi.
Tuhan.
Ampuni segala dosa dan khilaf kami.
Bukalah pintu-pintu hati yang masih tertutup.
Terangi celah-celah yang masih gulita.
Serta,
Lapangkan jiwa-jiwa yang masih sempit.
Amin.
:)
Be grateful, always.
Saturday, 31 March 2012
Malam yang Manis bersama Seremanis
Jadi hari ini, Sabtu malam, akhir bulan Maret, aku iseng main ke satu restoran di Jakarta Pusat. Nama restorannya SereManis, yang beralamat lengkap di Jalan Agus Salim No.16 Sabang, Jakarta Pusat.
Untuk awalan, karena emang udah laper, aku pesen satu makanan berat.
Aku pesen "Mie Jawa".
Begini penampakannya:
Dijamin, abis makan satu porsi Mi Jawa ala Seremanis, langsung ga pengen makan seminggu an kalik. Abis, porsinya segedhe gaban gitu. Untuk rasa nya, emm, pedes, manis, dan ga begitu asin kalo menurutku.
Penyajian pake mangkuk kayu, lengkap dengan cabe dan acar. Enak banget kalo pas hujan deres, makan mi Jawa ini (apalagi pas lagi kelaparan). Kuah yang sedikit pedas karena potongan cabe rawit hijaunya, dan rasa asam dari potongan tomat segar, bikin lidah berasa dimanja. Rasanya agak sedikit hambar, mungkin karena aku emang penggemar garam, jadi agak kurang sedap.
Untuk minuman aku pesan "Sparkling Green Apple", terdiri dari apel yang dipotong dadu kecil, soda, sirup apel dan potongan daun mint. Seru. Itu kesan tegukan pertama. Enak banget deh pokoknya. Segar dan asem. Bikin pengen neguk lagi, lagi, lagi.
Setelah kenyang menghabiskan semangkuk besar mi Jawa, aku memesan dessert (makanan penutup). Penutup yang aku pesan kali ini judulnya "Pancake Indonesia".
Dari nama nya aja aku udah yakin, kalo pancake kali ni bakal beda banget sama pancake yang aku makan biasanya.
Begini penampakannya:
Lama aku berpikir, seperti apa aku menyebutnya. Dan aku ingat, Pancake Indonesia ini seperti dadar gulung. Dan nampaknya, memang dadar gulung, hanya saja dengan porsi yang lumayan besar. Lapisan luar sama seperti dadar gulung pada umumnya, berwarna kuning dan tipis dengan potongan pisang sebagai isinya. Untuk finishing, susu coklat dan susu kental manis rasa vanilla menghiasi luaran pancake.
Rasanya puas banget kuliner kali ini. Kenyang sama makanan enak dan minuman yang emang lagi aku idam in. Pas banget kombinasi Pancake Indonesia sama Sparkling Green Apple nya. Ditambah musik yang mendayu-dayu, rasanya kurang puas 3 jam duduk bersantai dan menikmati makanan di Seremanis ini. Selamat Mencoba.
:)
Belajar Bahasa Inggris
WELCOME GREETINGS .
As a new comer in blogging world, I would like to say Hello!
It will be never too late, to say hi, than nothing.
Born.
Well, my fullname is RESTI DIAN RAMADHANI. Absolutely, as my
last name (not family name like western people), i was born in Ramadhan month,
which come anually. Ramadhan usually comes in the end of the year, but in the
year i was born (1989), Ramadhan come faster, which is in April. Some people
think, i was born in the last triwulan of a year (October, November, December)
like Ramadhan usually come, but they will surprize after knowing that i was
born on April. But, this is the fact.
Name.
Rarely, people call me Resti. Most of them call me Pucii.
Why, Pucii?
It sounds weird.
Yeah, I know.
In the age of 23, its not cute anymore to be called like
cat, Puci. But everything has their own strory, so does my nickname. This
“Pucii” came from my senior-high-school mates. So, I have nine friends, close
friends, when i was in senior high school. We decide to have our own nickname,
which is different with our real name. I cant remember, who was the founder of
“Pucii” as my new nickname at that time, and the reason i could remember is,
pucii, has the same meaning with Pus or kitten or cat. So they called me so,
because i am cute like kitten. (hahaha). Whatever you think after this, but
after that, “Pucii” becomes my brand (emm, i havent found the proper verb to
replace ‘brand’).
And ‘Pucii’ follows me faithfully, until now. Till I am an
employee, not student anymore.
Whatever you think about that name, I still love it no more
than I like Resti as my real name.
Family Life.
So, I am second child in my family, and I am also the first
daughter. I have one elder brother who will get married this year (i hope, so
that i can marry my lovely boyfriend in the next year) and one lil’ sisters
who’s in senior high school. I have the same carier/profession like my dad and
my mom have. I am a civiliant, work for government, so are my parents. I live,
far from my family. I am in Jakarta, and they are living happily in my
hometown, Malang. At the first time, it’s so hard to leave my hometown, leave
my family, and build my own life here, in metropolitan city, Jakarta. But
destiny says different. I will explain, one by one, member of my family, in another
writing. Because, this, is only about me.
Hobbies and Interests
I love singing than anything. Music is my life. I cant stand
a whole day, without music and singing. Before i sleep, after i wake up in the
morning, music is the first thing ive ever want to do. Turn on the radio and
start singing. I like pop, blues, jazz and a lil’ bit classic music. Sometimes,
i like listening 80’s songs. Though I cant play any instrument, but I can sing
well. I have ever been a vocalist when I was in university. I really miss the
moment, when I sing in studio. I really miss the awkward moment, when I forgot
the lyric and just sing “naa..naa..naa..”.
I also like traveling. I like to be in another place i
haven’t known before.
Not many person can explain about theirself honestly.
But, all above is a lil’ part of me, Resti, for sure. I try
to write as my knowledge about myself. Because, maybe, most of people in this
world have not known their self well.
:)
Staring Without Smiling
Somebody took a candid picture of me. Nice. I hate smiling in front of camera. I don't have camera face.
I like those picture. I like being captured, without looking at the camera and try to give a fake smile. :)
But, it will be different when I am in a room, when there is no people around me, and I capture myself by my own hand. :D
Here's my another candid picture:
ONE
TWO
I like those picture. I like being captured, without looking at the camera and try to give a fake smile. :)
But, it will be different when I am in a room, when there is no people around me, and I capture myself by my own hand. :D
Here's my another candid picture:
ONE
TWO
Kebonsirih Has It's Own Sunrise
Taken by my camera phone. I forget, when I took that picture. I just found that pict on my blackberry. Kebonsirih's behind my office. It is a one way, short street near my office and boarding house. When I go to my office by foot, I saw those amazing sunrise. It was not a good picture, cause i am not a professional photographer, but there was an invisible message from those beautiful sunrise.
I love sunrise, anyway. So does the sunset. They are so amazing. Always amazing.
Sunrise is like a morning spirit. A whole life, start from sunrise. Even you have had your plan for tomorrow, but if the sunrise does not come, you cant do anything. So, always be grateful for sunrise's coming.
Be like sunrise, which speak nothing but means everythingHave a wonderful days, reader..
:)
Friday, 16 March 2012
Lebah Kecil dan Laba-laba
Barusan aja aku ngalamin dilematis kecil, dimana aku melihat
lebah kecil yang tersangkut jaring laba-laba. Sekuat tenaga si lebah kecil
mengepak-ngepak sayap kecil nya demi membebaskan diri. Di sisi lain, sang
laba-laba berkaki kurus perlahan menghampiri nya. Ingin hati aku menolong si
lebah, tapi sisi lain hati ku juga berkata, “emang kamu tau, laba-laba itu udah
makan apa belum, ato mungkin, uda berapa lama dia tidak makan?”
Lanjut aku berpikir dan hanya memperhatikan dengan seksama
apa yang mereka berdua lakukan. Si lebah kecil yang belum mau menyerah, demi
bebas dari jebakan, dan laba-laba yang siap memangsa.
Sampai akhirnya laba-laba berada pada jarak yang sudah
sangat dekat dengan lebah kecil. Salah satu kaki laba-laba tersebut sudah
semacam menarik-narik badan lebah kecil, tetapi lebah kecil tidak berhenti
menggerak-gerakkan sayap mungilnya, dengan suara yang sangat berisik. Entah itu
permintaan tolong si lebah kecil, atau malah si lebah kecil yang sedang
mengancam laba-laba?
Aku tidak tau pasti.
Lama mereka tarik-menarik, aku pun tidak sedikitpun
melepaskan pandangan.
Padahal aku hanya tinggal mengambil galah atau gagang sapu
untuk melepaskan lebah kecil, tapi akan beresiko merusak sarang laba-laba.
Hmmm, aku pun dilanda perang batin dikarenakan mereka
berdua.
Tidak tega aku melihat pertarungan kecil itu, aku memutuskan
untuk meninggalkan mereka dan masuk kamar.
Beberapa menit kemudian aku berniat mandi, dan ingin
mengetahui hasil akhir pertarungan kecil itu.
Dan, apa yang aku lihat, Subhanallah, lebah kecil nampaknya
berhasil melarikan diri. Dia sudah terbang mengitari lampu kamar mandi (setiap
pagi, sekumpulan lebah kecil selalu mengerumuni lampu kamar mandi, entah apa
yang mereka lakukan dan cari).
Aku tidak bisa menggambarkan dengan yakin, apa yang
dirasakan sang laba-laba saat itu.
Mungkin menahan lapar dengan sedikit penyesalan karena tidak
bisa menaklukkan lebah kecil (ini versiku).
Tapi dengan bangga aku melihat lebah kecil terbang dan tampak
menari2 mengitari lampu, tanpa ada rasa takut akan tersangkut jebakan yang
sama.
J
Selamat ya lebah kecil. Mungkin ini bukan takdirmu untuk menjadi mangsa
laba-laba.
Dari kejadian ini, aku sedikit berpikir. Inilah hidup. Ada
pemangsa dan ada mangsa. Tidak menutup kemungkinan, ini juga terjadi di
kehidupan manusia. Mereka yang berkuasa cenderung menjadi pemangsa. Kadang kita
tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat tragedi pemangsaan oleh manusia
terhadap manusia lainnya (bukan dalam arti memangsa yang sesungguhnya). Karena
kita sesungguhnya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan apa yang
melatarbelakangi kejadian tersebut. Yang kita perlu yakin, adalah semua nya
sudah diatur sedemikian rupa, oleh tangan-tangan hebat yang tak terlihat. Dan
apapun hasil akhir yang diberikan olehNya, pastilah yang terbaik bagi siapapun
dan apapun, tidak terkecuali laba-laba dan lebah kecil.
(belum sempat meng upload foto lebah kecil dan laba-laba)
Enjoy your life..!
Subscribe to:
Posts (Atom)






