Kalau kamu jadi aku, menurutmu apa yang akan kamu lakukan?
Saat kamu mendengar dan melihat dengan jelas, salah satu teman mu diperolok orang lain, dan kamu tidak bisa berkata apa-apa karena kamu seorang bawahan yang benar-benar bawahan?
Saat kamu hanya melakukan perintah atasanmu, dan semua orang menyoroti mu sebagai 'tersangka' atas segala kesalahan dan keporak poranda an sistem?
Saat kamu seorang bawahan, dan semua orang membenci atasanmu, sedangkan yang kamu tau, atasanmu adalah yang terbaik di antara semua?
Saat kamu seorang bawahan, dan semua orang menggunjing atasanmu di depanmu, membencimu sebagaimana mereka membenci atasanmu, memperlakukanmu seakan kamu seperti atasanmu yang mereka benci?
Saat ini, aku sedang tidak ingin menjadi diriku.
Sungguh.
Baru saja beban yang lalu terasa sedikit terangkat, dan beban yang lain sudah ditimpakan.
Semua permasalahan bukan tidak ada penyelesaiannya.
Hanya dibutuhkan waktu dan kesabaran.
Hanya itu yang bisa menghiburku saat ini.
Aku tidak ingin, suatu saat nanti aku meledakkan sesuatu yang (mungkin) akan merugikan diriku di kemudian hari.
Yang aku sadari, semakin hari, kecaman, tuntutan, tekanan, semakin bertambah.
Tuhan, beri aku kekuatan dan kesabaran.
Sungguh.
Aku benar-benar membutuhkannya saat ini.
Warm Regards,
RestiPucii
Wednesday, 30 May 2012
Kartini Day In The Age of...
(ngakak=LOL) (!)... a cute picture of mine.
After finishing one writing, just want to search for another picture, and I found this! Very excited, when I see this. The picture of mine, when I was,umm, I forget (really), how old myself at that time. As I remember, those picture taken in kindergarten of mine. So, I was in the age of approximately 5th (maybe).
That was the biggest eyes I've ever seen. I realize, that sometimes it looks weird, but I can't disaffirm that sometimes peoples said that they like my wide eyes.
So, those picture taken when I attended one event in my kindergarten. The event's called "Kartini Day" and usually held on 21th April, and always celebrated annually. There was one policy at that school, that is, in every Kartini Day, all student must wear one kind of Indonesian's culture costume. And, on that picture I wear(ed) one kind of Indonesian's culture costume of Sulawesi named 'baju bodo'. Baju Bodo was one of the oldest clothing in the world. But, unfortunately, the photographer did not take the 'full body' picture of mine. So that, I can remember enough how was the skirt called 'sarung'.
The reason why I wear(ed) those kind of costume was, because I was not a kind of calm girl at that time. I was very careless, and my mom very worried, if I wear(ed) a kind of "kebaya" with a very tight skirt called "jarit", I could not walk normally. Hahahaha
My lovely mom is the best of mine. :)
When I see my lips, (hahahaha) I could not hold my laugh. It was very thick, full of lipstick, and I remember that I was not in the good mood at that time. Because, until now, in the age of 23, I still hate coloring my lips with any lip gloss, lipstick, etc.
It was very uncomfortable. Yes!
Hmm...
Feel like, my life being refreshed. When I see this picture for the first time after a long long time a go. I feel younger. And my memory goes back. Remembering the moment when I was very careless, I totally laugh everytime, also could cry at the same time. :)
Yes, I like when I was a child.
Warm Regards,
RestiPucii
After finishing one writing, just want to search for another picture, and I found this! Very excited, when I see this. The picture of mine, when I was,umm, I forget (really), how old myself at that time. As I remember, those picture taken in kindergarten of mine. So, I was in the age of approximately 5th (maybe).
That was the biggest eyes I've ever seen. I realize, that sometimes it looks weird, but I can't disaffirm that sometimes peoples said that they like my wide eyes.
So, those picture taken when I attended one event in my kindergarten. The event's called "Kartini Day" and usually held on 21th April, and always celebrated annually. There was one policy at that school, that is, in every Kartini Day, all student must wear one kind of Indonesian's culture costume. And, on that picture I wear(ed) one kind of Indonesian's culture costume of Sulawesi named 'baju bodo'. Baju Bodo was one of the oldest clothing in the world. But, unfortunately, the photographer did not take the 'full body' picture of mine. So that, I can remember enough how was the skirt called 'sarung'.
The reason why I wear(ed) those kind of costume was, because I was not a kind of calm girl at that time. I was very careless, and my mom very worried, if I wear(ed) a kind of "kebaya" with a very tight skirt called "jarit", I could not walk normally. Hahahaha
My lovely mom is the best of mine. :)
When I see my lips, (hahahaha) I could not hold my laugh. It was very thick, full of lipstick, and I remember that I was not in the good mood at that time. Because, until now, in the age of 23, I still hate coloring my lips with any lip gloss, lipstick, etc.
It was very uncomfortable. Yes!
Hmm...
Feel like, my life being refreshed. When I see this picture for the first time after a long long time a go. I feel younger. And my memory goes back. Remembering the moment when I was very careless, I totally laugh everytime, also could cry at the same time. :)
Yes, I like when I was a child.
Warm Regards,
RestiPucii
Bedroom-mate of Mine
Iseng membuka gudang yang isinya foto-foto di laptop, dan aku menemukan ini. Iseng (lagi) aku edit sedikit-sedikit, biar lebih 'nyeni', maksudnya. Hehehehe.
So, there we go! She's my roomate, bedroom-mate specially.
Dia, teman sekamar ku. Jadi ini kali pertama aku hidup jauh dari orang tua, dan terpaksa tinggal di kos-kos an untuk mempermudah akses menuju kantor. Dengannya lah aku menghabiskan malam-malam ku di Jakarta.
Awal sekali, sering orang-orang di sekitarku, entah itu keluarga maupun orang kantor sampai atasan di kantor pun ikut menasehatiku ini itu, mengingatkanku ini itu, tentang mencari tempat kos, tentang bagaimana cara berteman, tentang bebasnya kehidupan di Jakarta, terlebih saat kita hidup sendiri. Tapi disini, aku akan sedikit menceritakan temanku ini. Bukan bagaimana tempat kos ku, bukan tentang pergaulan bebas di Jakarta, bukan juga bagaimana sampai aku menemukan tempat kos ini.
Well, her name's Sri Rahayu. I call her Mbak Sri, dengan logat Jawa ku yang menempel erat di kata "mbak" nya. Mbak Sri orang Bandung, asli Bandung (kayaknya) (loh?). Tapi setiap ditanya, "orang Sunda"? Dia pasti menjawab, "orang Jawa". How could? Usut punya usut, orang tua nya orang Jawa tulen. Waktu diajak ngomong bahasa Jawa nyambung, tapi ga jarang juga aku dibuat pusing, kalau dia sudah berbicara dengan satu teman kos ku lainnya yang notabene orang Sunda asli (Mbak Winda). Mereka sering sekali berbicara dengan bahasa Sunda, sangat cepat, antusias, dan aku? Pusing. Sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Sungguh hebat memang mbak Sri yang satu ini.
Mbak Sri berumur setahun lebih tua daripada ku. Tapi apa yang kami bicarakan selalu nyambung. Apa yang kami rasakan juga sering sama. Perbedaan umur yang hanya setahun, aku pikir sih enggak begitu berpengaruh ya, dalam hal topik pembicaraan sampe selera cowok (hehehe).
Mbak Sri, aku, pun suka sekali dengan musik. Kamar kami, tidak pernah sepi dari musik. Sangat, sangat, sangat bersyukur, aku mempunyai teman sekamar yang sama-sama suka musik. Intinya, tidak akan ada yang merasa terganggu lah ya, kalo setiap saat, setiap waktu, musik dan suara-suara sumbang memenuhi kamar kami.
:)
Kepribadian mbak Sri lainnya yaitu, heboh dan reaktif. Seneng banget ngeliat ekspresinya, kalo dapet berita baru atau gosip baru. Apapun ditanggapinya dengan bersemangat. Lelucon yang kadang tidak lucu pun, bisa membuatnya tertawa terbahak-bahak.
Dibalik keceriaan dan kehebohannya, aku pikir, ada satu sisi dia bisa menjadi sangat sensitif. Pernah suatu saat, kami menonton film di kamar. Film ini memang dari awal penayangannya sudah memberi efek sedih sampai penghujung film. Aku hanya bisa bermuka masam, saat melihat ending film itu. Dan mbak Sri? Yap! Doi menangis sejadi-jadinya. Susah menggambarkan suasana saat itu, melihatnya menangis, aku ingin tertawa dalam hati, tapi akhirnya aku tertawa juga melihatnya menangis. Sambil mengusap air matanya, dia pun ikut tertawa. " Iya nih, aku selalu nangis kalo liat film yang sedih-sedih", gitu katanya. Hahaha.
Hampir setiap malam, sebelum tidur, kami selalu mengobrolkan satu topik ringan tertentu. Entah itu hubungan kami dengan pacar masing-masing, atau bercerita tentang pengalaman lucu, tentang keluarga, tentang segala hal deh pokoknya.
Akan menjadi saat-saat yang sangat kurindukan suatu saat nanti, saat-saat kita heboh gara-gara lebah di kamar mandi, saat ber-masker bersama, saat BT gara-gara kucing ibu kos yang suka pup di depan kamar kita, saat kita nyemil kwaci sambil ngobrol, saat menghabiskan keripik maicih sampai perut mulas dan bibir dower pun tidak akan berhenti kalo si keripik belum habis, saat kita sama-sama terbangun tengah malam karena kegerahan, saat kita merombak isi kamar, angkat ini kesana, angkat itu kesitu, dan sangat amat masih banyak lagi hal-hal yang sudah kita lalui bersama.
:)
Aku merasa sangat beruntung mempunyai teman sekamar, semacam mbak Sri ini. Bahkan saat weekend saat dia harus pulang ke Bandung, aku selalu merasa sedih dan kesepian. Hehehe.
Rasanya kamar ini, Mbak Sri, dan aku sudah menjadi satu kesatuan, setidaknya bagiku. :)
Semoga semakin ke depan, kita semakin akur ya mbak. Semakin bisa mengisi, memahami, dan mendukung satu sama lain (udah kayak orang pacaran aja!).
Warm Regards,
RestiPucii
Tuesday, 29 May 2012
Pesona Pantai Ayah
Pantai Ayah, salah satu pantai kecil di daerah Jawa Tengah, Indonesia. Pantai Ayah, juga sering dikenal dengan sebutan Pantai Logending. Terletak di Gombong Selatan, Kabupaten Kebumen.
Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di tempat wisata ini, Pantai Logending. Tidak ada yang tahu pasti, bagaimana bisa disebut pantai Ayah. Pun, dengan beberapa warga sekitar yang masih sangat kental logat Jawa nya.
Pantai Ayah, menjadi sumber penghasilan bagi beberapa warga dan nelayan setempat. Beberapa warga menyewakan perahu mesin, bermuatan kurang lebih 30 orang. Jasa yang ditawarkan yaitu berputar mengelilingi laut, menggunakan perahu mesin. Eh, jika kita mau, pemilik perahu bisa membawa kita ke pasar ikan. Disana, dijual berbagai macam ikan, dalam kondisi segar, harga murah, dan sekaligus, jika kita ingin dimasakin sekalian ikannya juga bisa. Seperti pengalaman saya beberapa bulan lalu, yang mengunjungi Pantai Ayah sekaligus pasar ikannya. Saya dan teman-teman membeli 2kg udang ukuran besar dan 2kg cumi-cumi ukuran sedang, sekaligus meminta Ibu-ibu disana untuk memasaknya.
Hasilnya, voilla....
Luar biasa enak! Kebetulan saya meminta udang dimasak dengan bumbu rica-rica.
Rasanya ga kalah sama udang barbeque di restoran mahal di Jakarta.
Harga udangnya sudah sangat murah, jasa memasakpun hanya dihargai kurang lebih Rp 30.000,-.
Sungguh perpaduan yang sangat istimewa.
Begini penampakan pasar ikannya yang masih sangat tradisional...
Semangat para penjual tak kalah dengan salesman, salesgirl yang ada di mall-mall loh..
Tawar menawar harga sangat dianjurkan di pasar ini. Dijamin ga kecewa, sama harga dan rasa yang ditawarkan. Selayaknya pasar tradisional lah, masih beralaskan tanah, becek, dan bau amis khas ikan laut disana-sini. Tapi, dibalik itu semua, saya terutama, sangat puas dengan kunjungan kali ini ke Pantai ayah.
Suatu hari nanti, kalau diberi kesempatan ke Pantai Ayah sekali lagi, saya ingin menjelajah dua pegunungan yang mengapit pantai ini.
Semoga saat saya mampir kesana lagi, pantai ini masih asri dengan segala keasliannya..
Such a wonderful land...
Warm Regards,
RestiPucii
Monday, 28 May 2012
Sedekah dan Pahala?
Setiap langkah yang kita pijakkan di muka bumi ini, memiliki makna sendiri untuk dipelajari. Setiap nafas yang kita hirup dan hembuskan, punya arti tertentu untuk mejadi suatu pembelajaran. Itu semua bisa kita pahami, jika kita mau.
Hari ni saya ingin membagi sedikit pelajaran yang baru saya dapat. Bukan matematika, bukan juga fisika. Tapi pelajaran tentang memaknai hidup, agar hidup kita lebih bermanfaat bagi makhluk-makhluk di sekitar kita.
Tentang memberi. Kata memberi kadang bermakna sempit di mataku. Memberi artinya mengurangi apa yang kita miliki untuk dimiliki orang lain.
Tahukah kamu, apa yang kita miliki?
Pada hakikatnya, kita ini tidak memiliki apa-apa. Kita ini bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Apa-apa yang (kelihatannya) kita miliki, sebenarnya bukan milik kita (kalau kita mau memahami).
Sering kali saya melihat iklan-iklan, tawaran-tawaran untuk bersedekah, untuk beramal, berzakat dan lain-lain. Mereka dengan gamblang nya, menjanjikan bagi kita-kita yang senantiasa beramal dan bersedekah melalui 'jasa' nya, akan diberi pahala oleh Allah SWT. Yang paling membuat saya tidak nyaman dan risih adalah, janji-janji Tuhan yang ditekankan, agar kita mau bersedekah. Kalo kamu bersedekah kamu akan dapat ini berkali-kali lipat, kalo kamu beramal kamu akan masuk ini, kalo kamu beramal akan ini itu, sungguh, saya tidak suka pernyataan-pernyataan macam itu.
Kenapa sih, orang agar mau bersedekah harus di iming-iming dulu? Di iming-iming pahala, kelipatan harta nantinya, dan lain-lain, dan lain-lain.
Kenapa sih, kalo mau sedekah ya sedekah aja. Kalo mau sedekah aja mikir, apa yang kita bisa peroleh setelah sedekah, apa itu bukan perhitungan namanya?
Tuhan aja ga pernah perhitungan sama kita. Kalopun mau ngitung nikmat yang Tuhan kasih ke kita, mungkin bakal ngabisin seumur hidup baru keitung totalnya.
Marilah, kita semua, terutama saya sendiri, mulai melihat kembali niat kita bersedekah. Tidak, sama sekali tidak dilarang, jika kita bersedekah berdasarkan niat ini itu, untuk hajat ini itu, tapi, akankah lebih (nampak) ikhlasnya, saat kita memberi tanpa mengharap apa yang akan kita dapatkan di kemudian hari. Biarlah Tuhan dengan segala KuasaNya yang mengatur. Kita hanya ditugasin berbagi dan menjadi berguna koq, ngapain capek-capek ngitung pahala.
Warm Regards,
RestiPucii
Such a Big Fly, I've Ever Seen
Those picture, I took by my camera phone. Such a big and rare fly. :(
I don't really know, what kind of fly it was. It's the biggest fly, I've ever seen. It has two big and red eyes. Since some days a go, approximately 3 days a go, in my office, especially in my room, there were so many flies like that. It flew around me and all my friend in that room. I didn't know what happened it was. As I know, my room is always clean and have a good fragrant. Because there is no wet garbage inside my room, I also put room refresher there.
Hmm... Such disturbing, and made me loose focus, any time it flew in front of my computer.
Do you ever think that those kind of insect's very disgusting? It flies around the garbage, perch in garbage and then attack your food. In people's mind, fly has a very bad image. It's categorized into a kind of insect that bring disease into human's life.
But, don't you know that those kind of insect has a useful and unique distinction or idiosyncrasy. There was one hadist about fly :
Subhanallah. So don't we judge only the bad things about fly, but we should remember that everything Allah has created, no one/ nothing useless. They have their own benefit beside their weakness.
Hope this simple article could be useful.
Be thankful always, in order to make our life richer...
Warm Regards,
RestiPucii
I don't really know, what kind of fly it was. It's the biggest fly, I've ever seen. It has two big and red eyes. Since some days a go, approximately 3 days a go, in my office, especially in my room, there were so many flies like that. It flew around me and all my friend in that room. I didn't know what happened it was. As I know, my room is always clean and have a good fragrant. Because there is no wet garbage inside my room, I also put room refresher there.
Hmm... Such disturbing, and made me loose focus, any time it flew in front of my computer.
Do you ever think that those kind of insect's very disgusting? It flies around the garbage, perch in garbage and then attack your food. In people's mind, fly has a very bad image. It's categorized into a kind of insect that bring disease into human's life.
But, don't you know that those kind of insect has a useful and unique distinction or idiosyncrasy. There was one hadist about fly :
Rasulullah SAW bersabda, " Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya" (HR. Bukhari, Ibn Majah dan Ahmad)So, that's the truth about fly. There're so many research about wings of fly. So, there're many diseases/poisons in one of their wing, and the medicine/antidote in another wing.
Subhanallah. So don't we judge only the bad things about fly, but we should remember that everything Allah has created, no one/ nothing useless. They have their own benefit beside their weakness.
Hope this simple article could be useful.
Be thankful always, in order to make our life richer...
Warm Regards,
RestiPucii
Subscribe to:
Posts (Atom)






